Banyak cara untuk menjadi bintang atau menjadi terkenal. Seperti yang diselenggarakan oleh TV -TV swasta seperti Indonesia Idol, AFI, X-Factor, The Voice Indonesia, Indonesia got Talent, The Rising Star, Golden Memory, Academi Dangdut Indosiar, Bintang Pantura, The Master, Mama Mia, Idol Junior, Master Chef, Hell Kitchen, Iron Chef Indonesia, Microfon Pelunas Hutang dan lain sebagai.
Jalan untuk sukses di ajang pencarian bakat bukan perkara mudah. Selain bersaing dengan jutaan talent dari seluruh indonesia, factor hoki juga bermain. Dijuri oleh artis artis dan musisi profesional serta hadiah yang luar biasa besar menjadikan ajang ini menjadi sangat bergengsi.
Tidak ada satu nasehat atau saranpun yang bisa diberikan penulis kepada tuan dan nona. Karena bukan kapasitas penulis untuk memberikan masukan. Pendapat terbaiknya justru langsung diberikan oleh juri - juri dari ajang reality show ini. Seperti Ahmad Dani, Rossa, Afghan, Bebby Romeo dari X-Factor. Iis Sugiarto, Ikang Fawzi, Hetty Koes Endang, Titi DJ dari Golden Memory. Inul Daratista, Rita Sugiarto, Ery Susan, zaskia gotik, Ayu Tingting, Soimah, Nazar, Iyeth Bustami dari Academi Dangdut Indosiar dan Bintang Pantura. Mba Bertha ,Mba Ubit, Tri Utami dari AFI. Juga ada Ari Lasso. Kaka Slank, Armand Maulana, Giring Ganesha, Glen Fredly dari The Voice Indonesia dan lain lain.
Dalam festival harus bisa membuat juri dan penonton merasa WUAH. Mereka ingin melihat penampilan yang terbaik dan mencetak generasi bintang yang WAW. Bagus, Berkarakter ( be your self), bisa tampil spesial. Membuat juri dan pendengar terpikat. Harus bisa memberi nyawa pada nada, harmoni, melody, lirik, komposisi dan lain - lain. Harus bisa menberi klimaks dan penegasan - penegasan pada lagu
Harus tampil all out dan mencuri perhatian penonton. Harus terlihat cerdas diatas panggung dan dilarang keras mengecewakan penonton atau audiens. Siap menerima tantangan dari dewan juri dan dalam lomba tidak ada alasan (excuse). Apakah alasan sakit, tidak siap, baru latihan, materi kurang disukai atau tidak dikuasai. Dalam festival yang dicari kesalahan - kesalahan kecil seperti salah lirik, salah nada (flat), salah kostum.
Menjadi sesuatu yang WAW adalah kewajiban setiap peserta. Lagu simple harus dibawakan dengan luar biasa. Bisa ngenakin lagu, keluar dari zona nyaman (confort zone/mainstreem). Intro lagu digunakan untuk action stage/ aksi panggung. Cari koreografinya. Aksi panggung harus enak secara visual, bisa berbagi perhatian penonton dan kamera. Ada ornamentiknya ( nilai yang mahal dari suatu lagu), ada perkawinan antara vocal dan musik.
Memberi nyawa pada nada, melody, harmony, lirik lagu, pitch control, tempo dan dinamiknya benar. Pas bersama musik pengiring, dan pas ending lagu diberi klimaks.
Kegagalan penyanyi rata - rata kurang percaya diri dan kurang focus. 80% peserta rata -rata kedodoran pada power dan accelerasi. Intinya peserta siap melakukan apa saja dan siap dibuat apa saja, termasuk tantangan dari dewan juri.
Peserta harus terus mengasah teknik dan pengalaman. Bagi yang sudah bagus belajar lebih keras lagi dan tetap focus. Tetap semangat dan terus semangat. Penyanyi harus pintar mengolah lagu. Bungkus dengan konsep yang lebih matang. Jika tak cukup nafas jadi sumbang di ujung lagu.
Intinya orang harus bisa merasakan kedasyatannya dan membuat hati terpaut. Bisa memberi kejutan (surprise). Menyentuh banyak orang, bisa membuat merinding, mengharukan, brillian, dan sangat indah.
Inilah statement - statement dari juri - juri ajang reality show. Ladies and gentleman, anda bisa mengolah dan mengembangkan sendiri pendapat - pendapat diatas.
Selamat mencoba semoga bermanfaat.
(Iqbal/Ion Syailendra/Yan Maulana).
Popular Posts
@ AJANG PENCARIAN BAKAT
- Blogger Comment
- Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Get Update Article on FacebookX
Get Update Article on Google+X
Popular Images
Adversitiment
privat
0 komentar:
Posting Komentar